Sebuah pertanyaan muncul. Pertanyaan tersebut datang dari seorang peserta  perempuan yang masih berusia muda.

Ia nampak menunjukkan minat yang besar terhadap semua presentasi di sebuah lokakarya malam yang saya pandu. Saya sudah nyaris menutup paparan materi saya saat ia mengangkat tangan. 

“Bagaimana Anda menentukan intervensi yang tepat ketika Anda merancang proses perubahan di sebuah organisasi?”, tanyanya. Pertanyaan tersebut sangat menggugah. Hadirin yang lain, para manajer dan konsultan organisasi, terlihat tertarik juga dengan pertanyaan ini karena mereka sedang memfasilitasi dan memimpin perubahan di berbagai organisasi. 

Pertanyaan peserta tersebut mendorong saya untuk menulis blog ini dengan struktur, kriteria dan saran dari berbagai website yang bisa dibaca, dan saya harap, bisa membantu Anda membuat pilihan dengan pertimbangan yang matang, ketika Anda perlu merancang rencana intervensi perubahan yang terpadu.   

Apa itu intervensi?
Intervensi mencakup kegiatan dari yang sekedar penyelenggaraan kegiatan barbecue untuk memperkuat semangat tim, sampai ke kegiatan fasilitasi acara pertemuan guna merancang strategi organisasi yang baru atau pengembangan manajemen intensif untuk memastikan penguatan profesionalisme yang berkesinambungan. Yang jelas, rentang kemungkinan intervensi terhadap proses perubahan jauh lebih luas daripada daftar favorit Anda sebagai konsultan atau manajer perubahan organisasi. 


Ketika saya bicara tentang intervensi di blog ini, saya merujuk pada intervensi untuk pengembangan organisasi (PO). Sebuah intervensi adalah satu atau serangkain kegiatan dalam perubahan terencana yang ditujukan untuk mendorong peningkatan efektivitas sebuah organisasi. Sebuah intervensi merupakan “kegiatan yang disengaja, dilakukan oleh satu atau lebih agen perubahan, dalam rangka menciptakan perubahan” (Caluwé, L., Boonstra, J., Intervening and change. Looking for meaning in interactions, 2006.). Ini adalah definisi yang paling komprehensif yang dapat saya temukan. Aktivitas, dalam definisi ini, dapat diartikan sebagai metode dan teknik fasilitasi, sehingga pengertiannya bisa lebih ringkas. 

Struktur intervensi yang efektif
Apa yang Anda perlu pertimbangkan saat Anda memikirkan sebuah intervensi? Menurut Leon de Caluwé, salah satu pengarang buku Intervening and Changing: Looking for Meaning in Interactions, ada enam hal yang perlu diperhatikan oleh perancang intervensi:

Sejarah atau peristiwa-peristiwa yang terjadi mendahului intervensi; konteks dari intervensi. Hal ini juga menjadi landasan dari intervensi yang dipilih, tak ada intervensi yang keluar dari ruang hampa. 
Hasil akhir yang hendak dicapai. Pengaruh apa yang mau diciptakan? Apa yang hendak dihasilkan segera? Kondisi apa yang hendak diwujudkan? 
Peran-peran terkait siapa yang mengelola dan mengarahkan perubahan. Siapa yang bersiaga dan siapa yang hanya perlu mengamati?
Fase-fase terkait urutan langkah atau sub-process. Apa yang harus ada terlebih dahulu dan apa yang harus ada kemudian?
Komunikasi dan makna. Pihak-pihak di dalam organisasi akan membicarakannya; mereka saling menerima dan menyampaikan pesan. Bagaimana Anda akan melibatkan mereka? Bagaimana mereka memaknai apa yang sedang berlangsung? 
Dan terakhir, evaluasi. Bagaimana Anda mengendalikan prosesnya? Bagaimana menyesuaikan strategi? Apa yang Anda pelajari dari prosesnya? 


Keenam komponen di atas adalah bagian dari intervensi yang perlu Anda jalankan dan bisa bervariasi untuk tiap intervensi yang Anda pilih. 
Cara lain untuk melihat isu rancangan intervensi adalah dengan menerapkan tiga kriteria intervensi efektif, yang diulas oleh Cummings and Worly dalam buku klasik mereka Organization Development and Change (2005). Menurut mereka, Anda harus berpegangan pada tiga kriteria di bawah ini sebagai bahan  pertimbangan intervensi yang efektif:

Sejauh mana intervensi Anda cocok dengan kebutuhan organisasi. 
Sejauh mana intervensi Anda berbasis pemahaman tentang sebab-akibat yang tepat terkai hasil yang Anda tuju. 
Sejauh mana intervensi Anda mentransfer kompetensi manajemen perubahan pada warga organisasi (para staff dan manajemen). 
Seberapa sering, sesungguhnya, Anda bertanya pada diri Anda sendiri tentang relevansi intervensi yang Anda pilih untuk dijalankan pada organisasi yang Anda dampingi? Apakah Anda cukup memahami bagaimana organisasi dampingan berfungsi, ambisi mereka dan dilema-dilema yang dihadapi? Ini terkait dengan kriteria pertama. 
Bagaimana dengan efek dari intervensi terhadap kelompok sasaran? Apa yang kita pahami (secara keilmuan) tentang potensi hasil-hasilnya? Kapan intervensi tertentu memperoleh efek yang Anda inginkan? Ini merujuk pada kriteria kedua. 
Kriteria ketiga berhubungan dengan pembelajaran berlipat. Yaitu, sejauh mana intervensi Anda membuat organisasi mampu mengeluarkan reaksi yang tepat di masa mendatang terhadap tantangan dan peluang baru sesuai konteks operasional mereka?

Bagaimana memilih intervensi?
Ada banyak cara untuk membuat struktur intervensi. Salah satunya adalah dengan melakukannya berdasarkan lingkup pihak yang menjadi sasaran yaitu individu, kelompok, organisasi atau sekumpulan organisasi yang berkolaborasi. Kembali pada contoh yang dipaparkan di atas: acara barbecue untuk memperkuat semangat tim adalah intervensi yang fokus pada tim, pertemuan intensif untuk mengembangkan strategi organisasional baru adalah tentang organisasi. Sementara, pelatihan (?) pengembangan manajemen (Management Development Trail) yang fokus pada pengembangan profesional, berorientasi pada individu. 


Cara lain adalah dengan melihat jenis PO yang sedang Anda kerjakan. Ruijters dan Veldkamp membedakan tujuh proses PO. Saya akan memberikan sedikit gambaran tentang proses, contoh dan kemungkinan intervensi untuk  tiap proses. 
 

Proses PO  Contoh Intervensi
Pengambilan Keputusan   Proses perencanaan, negosiasi  - Debat
- Wawancara
- Mutual gains (sebuah teknik negosiasi)
Kekompakan social (Social Cohesion) Berjejaring, budaya  - Bowling, barbecue, etc.
- Teater improvisasi (spontanitas)
- Kegiatan Outdoor 
Inovasi Proses kreatif, pengembangan  produk - Brainstorm 
- Disney Cycle
- (change) labs 
Navigasi Riset, perumusan visi, strategi  - Kajian masa depan
- SWOT analysis 
Pengembangan pribadi  Kepemimpinan, pengembangan  - Coaching
- Pemetaan sejarah pembelajaran
- Socratic dialogue 
Profesionalisasi Pendidikan, pengembangan  - Corporate Academy
- Community of Practice
- Peer assistance 

Dalam pelatihan kami, Organisational Development & Change, kami memberikan perhatian yang besar pada ketujuh proses PO. Kami mendiskusikan karakteristik tiap proses, memaparkan contoh nyata dari kegiatan konsultasi yang kami pandu dan kami akan mengkaji kasus spesifik Anda secara mendalam. 

Dengan pemahaman yang baik tentang proses PO ini, Anda akan mendapat gambaran yang lebih jelas tentang proses perubahan yang Anda kerjakan. Kita akan bereksperimen dengan berbagai intervensi yang tepat untuk ragam proses PO di atas. Tujuannya adalah untuk mendapatkan “ rasa”  dan  pemahaman yang lebih baik tentang mengapa ada intervensi yang cocok untuk sebuah situasi dan mengapa intervensi lainnya kurang memadai. Ini akan membuat Anda mampu memilih intervensi yang tepat untuk ambisi perubahan Anda dan organisasi Anda.

Terakhir tapi - tidak kalah penting : daftar referensi intervensi
Dalam tahun-tahun belakangan ini, banyak intervensi baru yang dikembangkan oleh para konsultan, manajer perubahan dan kalangan akademisi. Intervensi-intervensi ini fokus pada mengajak orang duduk bersama untuk memperjelas situasi mereka, mengembangkan visi bersama atau pun mengambil langkah bersama untuk meningkatkan inovasi.
Untuk menginspirasi Anda, kami telah mengumpulkan daftar website dengan contoh dan penjelasan  tentang intervensi. Kami berharap Anda juga mengembangkan intervensi baru, mencobanya dan menambah khazanah metode Anda sebagai praktisi PO.
 

Diterjemahkan dari artikel asli karya Marjolein Veldman.

World Café, Workshop, Sociogram, Training, Quick scan, Practicum, Open Space, Brown paper session, Expedition, Mapping, Master class, Festival, Clinic,  Ambition Search, Field Visits, Picture stories, Think Tank, Experiment, Reflective practicum, Model building, Schematics, Studium Generale, Visualisation, Videoconference, Simulation, Retreat, Wisdom council. 

https://workshopbank.com/ 
https://www.shareweb.ch/site/Learning-and-Networking 
http://www.kstoolkit.org/KS+Methods 
https://www.odi.org/sites/odi.org.uk/files/odi-assets/publications-opini...